Zidane dan Punggawa Madrid Yang Berperan sebagai Manajer Los Blancos


Posted On Oct 24 2017 by

Zinedine Zidane telah menciptakan keajaiban di Real Madrid. Saat ambil alih tim utama di Januari 2016, Zidane sebagai manajer pertama yang sanggup menjuarai Liga Champions dengan cara berturut-turut di tahun 2016 dan 2017 juga mendapatkan gelar La Liga melalui saingan utama Barca di musim yang lalu.

Tekanan di Real Madrid jelas sangat tinggi hal itu terjadi mengingat Real Madrid selalu menjadi atensi media dan kondisi politik di klub tersebut amat kuat. Karenanya, cukup jarang bekas pemain yang akhirnya berperan sebagai manajer di klub, khususnya mengingat Madrid mempunyai budaya membawa pulang. Akan tetapi, termasuk ini ada 6 eks punggawa Madrid yang setelahnya berperan sebagai manajer di Santiago Bernabeu, dengan beragam tingkat kesuksesan, laporannya bisa anda baca juga disini.

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane berkiprah bersama Real Madrid untuk 5 tahun usai dibeli dari Juve. Ia membuat gol volley yang fantastis di puncak Liga Champions kontra Bayer Leverkusen di tahun 2002 untuk menegaskan kedudukan sebagai satu diantara pesepakbola cemerlang sepanjang masa. Sebagai pelatih Los Blancos, ia sudah meningkatkan eksistensinya lebih tinggi lagi dengan cara menjadi manajer yang pertama yang menjuarai titel Liga Champions secara terus menerus, bersamaan dengan juga merengkuh titel liga setelah mengungguli Barca dan melatih talenta muda seperti Marco Asensio.

Bernd Schuster

Pemain krusial dalam liga Spanyol era 80-an dan awal 90-an, pesepakbola internasional Jerman jawara Euro Bernd Schuster merupakan sample langka di La Liga yang dapat bermain untuk 3 tim besar spanyol, yaitu Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid. Menjuarai 2 titel La Liga dan 1 Copa Del Rey, dia amat digemari oleh fans Madrid, walupun sempat menjadi pemain Barca. Sebagai manajer, Schuster cuma menjalani 1 musim full sebagai manajer Madrid, menolong Los Blancos merengkuh titel La Liga di tahun 2008. Akan tetapi, gaya bermain dan tidak berhasil berprestasi di Eropa menyebabkannya menyerah di bulan Desember saat musim ke-2 nya.

Rafael Benitez

Rafael Benitez memperoleh keberhasilan sebagai pelatih Liverpool dengan merengkuh Liga Champions di tahun 2005, usai merebut titel La Liga untuk Valencia di tahun 2002 dan 2004. Akan tetapi, masanya di Real Madrid tak berlangsung sejalan dengan rencana. Benitez mengawali karirnya sebagai punggawa muda di Castilla Real Madrid dan keluar dari Santiago Bernabeu usai tidak mampu gerbang di tim utama. Setelah berhasil saat menggeluti karir sebagai manajer, Benitez selanjutnya ditunjuk sebagai manajer Madrid di tahun 2015. Akan tetapi, ia cuma bertahan 6 bulan di klub dan digantikan oleh seorang legendaris Zinedine Zidane.

Vicente Del Bosque

Manajer ikonik Vicente Del Bosque merupakan pahlawan nasional usai menolong Spanyol merengkuh Piala Dunia perdana mereka di tahun 2010. Sebagai pemain di Santiago Bernabeu, ia bermain di masa dominasi Real Madrid dengan merengkuh 4 titel La Liga, dan juga 4 trofi Copa del Rey. Ketika menjadi manajer, Del Bosque memimpin Real Madrid merengkuh 2 titel Liga Champions, dan juga titel liga. Akan tetapi, Del Bosque secara mengejutkan memilih hengkang dari Madrid usai mendapatkan titel liga pada 2003.

Jorge Valdano

Menjuarai Piala Dunia dengan Argentina bersama dengan Diego Maradona, Jorge Valdano kerap dilupakan sebagai pesepakbola cemerlang di klub dan negaranya. Walaupun begitu, ketika berada di Los Blancos, Valdano bermain mengagumkan di atas lapangan hijau serta merengkuh 2 piala La Liga dan 2 Trofi UEFA di era 80an. Sebagai manajer klub diantara tahun 1994 dan 1996, ia merengkuh 1 trofi liga akan tetapi tak pernah memperoleh status yang sama seperti ketika saat menjadi pemain. Usai pensiun, Valdano pun sempat bekerja sebagai direktur di Real Madrid, akan tetapi pindah di tahun 2011.

Alfredo Di Stefano

Alfredo Di Stefano merupakan pesepakbola terbaik Madrid sebelum tutup usia di tahun 2014. Di Stefano membuat sebuah dinasti di Spanyol dan mendapatkan 5 Piala Eropa dan 8 titel liga. Dia menolong membuat Real Madrid menjadi klub yang paling didambakan oleh para pesepakbola di dunia. Sebagai pelatih sepanjang 2 priode terpisah, Di Stefano boleh dibilang tidak sukses. Di periode awalnya mereka tidak berhasil merengkuh trofi antara tahun 1982 dan 1984, dan mengalami kekalahan dari Sir Alex Ferguson yang menjadi pemimpinan Aberdeen di puncak Piala Winners. Di periode keduanya di tahun 1990/91, Di Stefano paling tidak lebih baik sebab mampu memimpin timnya merengkuh Supercopa de Espana sumber berita.

Last Updated on: January 9th, 2018 at 4:33 pm, by Setiawanto


Written by Setiawanto


Leave a Reply

Your email address will not be published.